Candi Sewu Bugisan-Sebuah Peradaban Masa Lalu

 Wisata Sejarah

candi sewu yogyakarta
Candi Sewu – dibangun sejak abad ke -8, kompleks candi sewu membentuk pola Mandala Wajradatu yang sungguh menawan. Cocok sebagai tempat menghilangkan kepeningan, keindahannya memang sangat menawan, terisi arca-arca Buddha Dhyani di dalamnya dengan berdirilah candi utama di tengahnya.
Candi Sewu merupakan candi Buddha terbesar ke 2 di pulau jawa. Terletak di Dukuh Bener, Bugisan, Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa tengah, Candi Prambanan yogyakarta berjarak kurang lebih 800meter, posisi GPS berada pada titik 7o44’37”LS 110o29’37BT , dibangun pada masa kejayaan Dinasti Syailendra pada tahun 782 masehi, luas bangunan candi 185 meter dari arah uatara ke selatan dan 165 m darri timur ke barat sedangkan tinggi candi ini 30 meter.
Di temukan pada tahun 1960, nama asli candi sewu adalah Prasada Vajrasana Manjusrigrha. Mempunyai 249 candi, penamaan Sewu yang dalam bahasa indonesia berarti seribu ini di kaitkan dengan Alkisah Legenda Loro Jonggrang.
Kompleks Candi Sewu atau Masjusrighra membentuk mandala wajradhatu yang artinya perwujudan alam semesta dalam kosmologi Buddha Mahayana, pintu masuk dapat di temukan di ke 4 arah penjuru mata angin, namun yang utama terletak di sebelah timur, setiap pintu di hiasi oleh sepasang arca Dwarapala, sedangkan sistem struktural bangunan candi sendiri terdiri dari susunan blok batu andesit yang saling mengunci, candi utama terletak di poros tengah arah 4 mata angin berjarak 200 meter, antara baris ke 2 dan 3 candi pengawal (perwara) terdapat 8 candi penjuru.
Candi perwara (pengawal) berjumblah 240 buah yang di desain hampir serupa. Semua bangunan candi Pengawal tersebut disusun dalam 4 barisan yang konsentris. Bagian pertama terdapat 28 candi, bagian ke dua 44 candi, barisan ke tiga 80 candi sedangakan yang ke empat 88 candi kecil yang tersusun berdekatan, inilah yang menarik dari Candi Sewu.
Candi utamanya memiliki denah poligon bersudut 20 menyerupai silang yang berdiameter 29 m dan tinggi bangunan mencapai 30 m. seluruh penjuru mata angin memiliki struktur bangunan yang condong ke luar, dengan tangga dan ruangan tersendiri serta memiliki mahkota berupa stupa, sayangnya banyak bangunan indah di candi sewu hilang, namun terdapat replikanya di Museum Keraton Yogyakarta.
Rute perjalanan mulai dari pertigaan Candi Prambanan belok kiri (utara) – ikuti jalan aspal kurang lebih 500 m – pada perempatan pertama belok kiri – letak candi berhimpitan dengan candi prambanan. Fasilitas terdapat kamar mandi, tempat parkir luas, warung makan persis di depan kompleks candi Sewu dan mushola, harga tiket masuk seiklasnya.
Mengunjungi candi sewu akan menjadikan liburan anda makin lengkap, keindahannya sungguh sangat menajubkan, menenangkan pikiran dengan udara sejuk area asri sekitar yogyakrta, menjadikannya obyek wisata yang istimewa bagi yang mengunjunginya. Salam
Gallery Photo Candi Sewu

candi sewu yogyakarta

candi sewu bugisan

candi sewu yogyakarta
candi sewu-view dari udara

Author: 

Seorang anak petani desa yang tersesat di dunia maya, kemudian jatuh cinta pada ngeblog dan internet marketing sejak tahun 2008. Tidak ada sesuatu yang istimewa, harapan saya melalui Wisataku.net ini bisa berbagi informasi tentang tempat tempat wisata menarik di Jogja dan sekitarnya.